Nia Samsihono
Nia Samsihono, lahir di Pontianak. Nama di ijazah dan KTP adalah Dad Murniah. Alumni S-1 Fak. Sastra dan Budaya, Undip, Semarang. Alumni S-2 UI, Jakarta. Menulis buku puisi “Kemarau” (2003), “Perkawinan Cinta” (2009), “Gending” (2010), dan “De Javu” (2010), “Bisikan Kata, Teriakan Kota” (2003), “Yogyakarta 5 Skala Righter” (2010), “Merapi Gugat” (2010), “105 Penyair Kota Pekalongan “ (2010), “Radja dan Ratoe Alit” (2011), “Hati Perempuan” (2011), “Akulah Musi” (2011), “Kaos Hitam Cinta” (2009), “Suluk Mataram, 50 Penyair Membaca Yogya (2011), “Bangga Menjadi Rakyat Indonesia” (2012), “Kartini 2012” (2012). “Satu Kata Istimewa" (2012). Berkarya dlm "Merenung Pembangunan" (Univ Kristen Satya Wacana, 2009), "Indonesia Memahami Khalil Gibran" (Badan Pelestari Pustaka Indonesia) (2011), "Sejumlah Kritik" (Bambang Sadono, Citra Almamater) (2012). "Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia (2012). Menjadi salah satu penyusun “Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa”, “Kamus Fisika”, “Kamus Batik”, “Kamus Filsafat: Epistemologi” dan Cerita Rakyat Babad Mangkubumi, Awan Mengambang di Atas Cakrawala, Dedemit Alas Roban, Ayam Jantan dari Selatan, dan Darah Merah Darah Putih,

Nia Samsihono ∙ 20 weeks ago
Turn of the year is a time that makes us reflect. Did the man have done something useful? As he stepped start the day is a time that makes us stringing hope, will be where are my life this time?