Nasim Athir ― Maafkan Aku .....Sempat muncul keraguan tentangmu, akan keperkasaan menghadapi resiko ketergelinciran dari seretan hegemoni hawa nafsu di sekitarmu. Kekuatanmu melumpuhkan bala tentara kebodohan dan kemunafikan, ketangguhanmu melawan gempuran kerakusan dan hedonisme. Telah pula kusangsikan kemenangan dalam pergumulan tipu daya dan kenistaan di sekelilingmu. Maafkan aku ..... Segenap syak wasangka atasmu pupus berlalu. Kebajikan, ketawakalan, kecendekiaan, dan segala apa adamu telah[...]
What would you say?
Be the first to comment on this blog post! Sign in or Create an account.